Jumat, 03 Juli 2009

Hayden tak Punya Rencana Besar di Laguna



Kamis, 2 Juli 2009 | 00:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nicky Hayden pernah merasakan kesuksesan di Laguna Seca. Sejak GP Amerika Serikat kembali pada tahun 2005, "The Kentucky Kid"--julukan Hayden--dua kali menjadi juara di rumahnya tersebut.

Ini yang membuat dia punya tekad yang kuat ketika tampil di sana pada Minggu (5/7). Apalagi, dalam balapan kali ini Hayden untuk pertama kalinya menunggang Ducati--sebelumnya dia selalu bersama Repsol Honda.

Namun, setelah mengawali musim 2009 ini dengan buruk karena belum nyetel dengan Desmosedici-nya, mantan juara dunia 2006 tersebut tak memasang target muluk. Dia mengaku tidak mempunyai rencana besar, tetapi akan berusaha semaksimal mungkin untuk tampil habis-habisan.

"Kami masih perlu banyak bekerja keras, tetapi sudah ada sedikit kemajuan selama beberapa pekan terakhir. Di Laguna, saya perlu melakukan langkah yang lebih besar lagi," ungkap Hayden. "Saya tidak memiliki rencana besar atau apapun. Yang saya tahu, harus tetap berusaha dan bekerja keras serta berharap hal itu datang.

"Laguna adalah trek yang bagus dan sangat menantang. Di sana ada beberapa titik yang berbeda dengan trek-trek kebanyakan.

"Tahun ini kami membalap di Amerika pada 4 Juli dan itu sempurna--karena bertepatan dengan hari ulang tahun Amerika Serikat. Dan juga, pada pekan yang sama saudaraku akan membalap di kejuaraan AMA. Ini yang membuat hari tersebut menjadi spesial untuk saya.

Kamis, 02 Juli 2009

Federer Dekati Rekor Baru, Djokovic Tersingkir


Rabu, 1 Juli 2009 | 23:15 WIB

WIMBLEDON, KOMPAS.com - Roger Federer semakin dekat dengan rekor baru grand slam. Petenis Swiss tersebut telah menapaki babak semifinal Wimbledon usai menaklukkan pemain jangkung asal Kroasia Ivo Karlovic, dengan straight set 6-3 7-5 7-6(3), Rabu (1/7).

Jika terus melaju dan menjadi juara di grand slam lapangan rumput ini, maka Federer akan tercatat sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Pasalnya, pemain nomor dua dunia tersebut bisa mengoleksi 15 gelar grand slam, sekaligus mematahkan rekor petenis legendaris Amerika Serikat Pete Sampras, yang telah disamakannya usai menjadi juara di Perancis Terbuka awal bulan lalu.

Di babak empat besar, unggulan kedua ini akan bertemu dengan Tommy Haas. Pemain Jerman yang menjadi unggulan ke-24 tersebut membuat kejutan besar karena berhasil menyingkirkan salah satu rival terberat Federer, Novak Djokovic. Dalam pertarungan yang dimulai bersamaan dengan Federer vs Karlovic tersebut, Haas menang 7-5 7-6(6) 4-6 6-3.

Seperti ketika menaklukkan Robin Soderling untuk lolos perempat final, kali Federer kembali beradu servis dengan Karlovic. Lawannya yang memiliki tinggi 2,08 meter--merupakan petenis tertinggi dalam sejarah ATP Tour--, mendominasi servis dengan kerab melakukan ace.

Meskipun demikian, Federer berhasil mengimbanginya sehingga Karlovic yang sebelum duel ini tercatat melakukan total 137 ace di Wimbledon--belum terkalahkan oleh siapa pun--, menjadi serba salah. Pasalnya, jika servisnya bisa diterima maka Federer paling berpeluang mencetak poin.

Di set pertama, Federer langsung tancap gas karena menang dengan cukup mudah, yakni 6-3. Setelah itu, Karlovic berusaha bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Tontonan pun lebih kepada adu servis di antara dua pemain tersebut.

Lagi-lagi Federer bisa mengambil keuntungan karena di game ke-11, mantan pemain nomor satu tersebut melakukan break untuk unggul 6-5, sebelum dia menambah satu poin lagi sehingga menang 7-5.

Pada game ketiga, baik Karlovic maupun Federer tak pernah kehilangan poin saat memegang servis. Alhasil, pemenang ditentukan lewat tiebreak setelah kedudukan 6-6. Di sinilah Federer kembali membuktikan dirinya sebagai petenis bermental juara yang siap merengkuh gelar keenam di Wimbledon karena memenangkan game penentuan baginya tersebut.

Dengan hasil tersebut, maka Federer semakin menambah rekor kemenangannya terhadap Karlovic. Dari 10 pertemuan mereka di semua turnamen, Federer menang sembilan kali atas Karlovic yang untuk pertama kalinya masuk perempat final grand slam.

Di sisi lain, petenis berusia 27 tahun yang sebentar lagi berstatus ayah tersebut menorehkan catatan untuk ke-21 kalinya secara berturut-turut masuk semifinal grand slam.

"Saya menyukai rekor karena sudah 21 kali masuk semifinal grand slam. Itu menunjukkan bagaimana konsistensi permainanku," ungkap Federer usai pertandingan.

Selanjutnya, Federer akan ditantang Haas setelah petenis veteran berusia 31 tahun ini membuat kejutan karena berhasil menyingkirkan Djokovic yang sembilan tahun lebih muda. Padahal, Djokovic difavoritkan untuk maju ke semifinal untuk bertemu Federer, sehingga terciptalah duel yang seru.

Rossi Bidik Rekor Baru di Laguna Seca

Kamis, 2 Juli 2009 | 00:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi baru saja membuat sejarah sebagai orang kedua yang bisa mencapai 100 kemenangan di ajang MotoGP, usai naik podium pertama di Assen, pekan lalu. Kini, "The Doctor" membidik rekor baru ketika tampil di Sirkuit Laguna Seca, pada akhir pekan ini.

Ya, jika tampil di GP Amerika Serikat, Minggu (5/7), maka pebalap Fiat Yamaha tersebut akan mencatat penampilan ke-158 di ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut tanpa putus. Artinya, dia menyamai prestasi mantan pebalap MotoGP asal Brasil, Alex Barros.

Sejak melakukan debutnya di kelas 125cc pada awal musim 1996, Rossi tak pernah absen di setiap seri. Dan, balapan akhir pekan ini akan menjadi yang ke-158.

Ini tentu saja menambah gairah Rossi untuk kembali mempersembahkan kemenangan. Karena, rekor baru yang dibumbui kemenangan pasti terasa sangat nikmat. Apalagi, kemenangan di Laguna Seca juga akan membawa dirinya mencetak hat-trick--dua musim terakhir juga Rossi jadi juara--, sekaligus melebarkan jarak dengan rival terdekatnya, Jorge Lorenzo dan Casey Stoner. (CRS)